5 Anime Shonen ini Penuh Kekerasan!

Tidak perlu kita ragukan lagi bahwa anime dengan genre shonen adalah salah satu genre yang paling populer di dunia. Kata “Shounen” sendiri merujuk pada sosok anak laki-laki, dengan rentang usia 12-18 tahun. Karena seri animenya memiliki target pasar untuk anak laki-laki, wajar jika kemudian cerita di serinya penuh dengan fantasi, perjuangan, persahabatan, dan sebagainya.

Jarang sekali cerita dari genre ini memiliki tayangan yang menghadirkan kekerasan atau pun adegan yang penuh darah. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada sama sekali seri dari genre shonen yang menghadirkan kekerasan atau darah. Bahkan, yang unik adalah justru beberapa seri tersebut laris di pasaran dan banyak orang dewasa yang menyaksikan serinya. Berikut adalah seri anime yang penuh dengan adegan kekerasan.

Jujutsu Kaisen

Seri karya Gege Akutami, Jujutsu Kaisen, saat ini sedang naik daun di seluruh Jepang. Bahkan, kepopuleran serinya juga bisa kita rasakan di luar Jepang bahkan di Indonesia. Dalam dunia Jujutsu Kaisen, para penyihir Jujutsu harus bertarung menghadapi berbagai ancaman misterius berupa monster kutukan atau pun hal-hal mengerikan lainnya. Mereka memanfaatkan Energi Kutukan yang banyak muncul di sekitar mereka.

Sejak awal serinya, Akutami tidak pernah ragu untuk menghadirkan adegan kekerasan. Misalnya ketika Sukuna mencabut jantung dari Itadori. Banyak juga adegan-adegan mengerikan penuh darah lainnya, yang hadir dalam ceritanya seperti dalam arc Culling Game yang sedang berjalan sekarang. Meskipun begitu, sepertinya hal tersebut yang kemudian menjadi salah satu daya tarik serinya.

BACA JUGA: 10 Film Animasi Disney Paling Kontroversial!

Baki

Dengan mengangkat tema tentang pertarungan, rasanya memang wajar jika kemudian Baki menjadi salah satu seri paling brutal. Ada banyak momen pertarungan brutal yang terjadi baik secara legal atau pun ilegal. Para karakter dalam ceritanya benar-benar menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk berlatih untuk menjadi kuat. Tujuannya adalah mengalahkan para petarung hebat lainnya.

Baki Hanma adalah protagonis utama dalam ceritanya, yang juga merupakan juara dari pertarungan bawah tanah. Demi bisa mengalahkan ayahnya, Baki harus rela bertarung lima kali berturut-turut menghadapi lawan terkuat. Adegan yang memperlihatkan darah dan juga kekerasan lainnya menjadi hal yang “umum” di seri ini. Karena, masing-masing pertarungan pasti akan menghadirkan momen brutal dan penuh darah.

Hunter X Hunter

Sekilas mungkin cerita Hunter X Hunter tidak ada bedanya dengan cerita di seri anime shonen lainnya. Tone ceritanya sendiri penuh dengan warna, protagonis utamanya nampak selalu ceria, dan tentunya ada komedi yang muncul di sela-sela cerita. Namun, di balik itu semua ada banyak hal-hal mengerikan dan juga penuh dengan adegan kekerasan. Pasalnya, dalam ceritanya sendiri menjadi seorang Hunter artinya harus siap dengan nyawa mereka.

Momen pembunuhan, menghancurkan tubuh musuh, pertarungan penuh darah menjadi beberapa hal yang muncul di serinya. Salah satu contohnya adalah sosok Killua Zoldyck yang berasal dari keluarga pembunuh terkenal. Dalam salah satu momen di ujian Hunter, Killua nampak menggunakan kemampuannya untuk merobek dada salah satu peserta dan mengambil jantungnya. Dia pun tidak segan untuk menghancurkan jantung tersebut.

Akame Ga Kill!

Seperti halnya Baki, seri Akame Ga Kill juga menjadi salah satu seri yang memang “berfokus” untuk menghadirkan adegan kekerasan, kejahatan, dan juga momen mengerikan. Kematian yang muncul dalam ceritanya juga selalu diakibatkan oleh momen brutal, seperti terbakar hidup-hidup atau terkena serangan pedang katana. Ceritanya sendiri berfokus pada sebuah kelompok bernama Night Raid.

Night Raid merupakan kelompok yang berisi para pembunuh, dan juga merupakan bagian kecil dari Pasukan Revolusi yang terbentuk untuk menghancurkan pihak Empire. Tatsumi kemudian bergabung dengan kelompok tersebut demi bisa membalas kematian temannya. Di kelompok tersebut, Tatsumi belajar banyak hal dan mengembangkan kemampuannya.

Attack On Titan

Rasanya semua penggema setuju juka Attack On Titan menjadi seri bergenre shonen yang penuh dengan adegan kekerasan dan juga adegan brutal. Hal tersebut wajar mengingat serinya berkisah tentang umat manusia yang berjuang untuk bisa bertahan dari gempuran para Titan. Dalam ceritanya, kita bisa melihat bagaimana para manusia menghancurkan tubuh para Titan seperti menyerang bagian punuknya.

Namun, yang juga tidak kalah mengerikan dari seri ini adalah bagaimana gelapnya tone cerita yang coba Isayama perlihatkan di serinya. Yang paling nyata adalah bagaimana Eren Yeager berusaha untuk menghancurkan seluruh manusia di bumi, dengan cara mengaktifkan Rumbling. Lebih dari separuh umat manusia akhirnay tewas dalam serangan tersebut, yang mana menunjukan bahwa nyawa manusia seakan-akan tidak berharga.

Seri anime bergenre shonen memang pada umumnya menghadirkan berbagai cerita fantasi, yang bertujuan untuk membuat mereka bisa berkembang menjadi sosok yang baik atau terinspirasi dari cerita tersebut. Namun, tidak sedikti seri yang justru menghadirkan berbagai adegan kekerasan dan juga penuh darah.



Source by [author_name]