Kata-Kata Tentang Mesin Atau Engine Diesel

  1. Adiabatik merupakan suatu proses yang berlangsung tanpa adanya perpindahan panas
    diantara sistem dengan lingkungan.
  2. Brake horsepower (tenaga Kuda rem) atau shaft horsepower (tenaga kuda poros)
    merupakan horsepower pada engine yang didapat dengan mengurangkan horsepower
    yang hilang (loss horsepower) dari indicated horsepower (tenaga kuda indikator) yang
    dibangkitkan pada bagian atas dari piston dapat digunakan secara efektif.
  3. Brake thermal efficiency adalah perbandingan anatara jumlah kalori yang dapat dirubah
    menjadi kerja dengan jumlah kalori yang disuplaioleh bahan bakar.
  4. Brake torque (torsi engine) merupakan suatu gaya yang dibutuhkan untuk memutar
    crankshaft. Satuan yang digunakan biasanya kg.m.
  5. Diesel cycle: siklus pembakaran yang terjadi pada kondisi tekanan yang konstan.
    Pembakaran ini disebut diesel cycle karena pertama kali ditemukan oleh Rudolf Diesel,
    penemu diesel engine.
  6. Diesel engine 4 langkah: merupakan sebuah engine yang keempat operasinya, yaitu
    hisap, kompresi, pembakaran dan buang dilakukan dalam 4 kali gerakan piston
    (langkah piston naik dan langkah piston turun). Gerakan langkah piston naik-turun
    tersebut dilakukan dari Titik Mati Atas (Top Dead Center) sampai ke Titik Mati Bawah
    (Bottom Dead Center) dan sebaliknya.
  7. Diesel engine 2 langkah: merupakan sebuah engine yang keempat operasinya, yaitu
    hisap, kompresi, pembakaran dan buang dilakukan dalam dua kali gerakan piston
    (langkah piston naik dan langkah piston turun).
  8. Diesel knock: terjadinya kenaikan tekanan yang berlangsung secara tiba-tiba selama proses
    pembakaran berlangsung yang dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen
    engine.
  9. Direct combustion period: periode pembakaran langsung yang terjadi pada proses
    pembakaran diesel engine.
  10. Efisiensi mekanikal adalah perbandingan antara brake horsepower dengan indicated
    horsepower.
  11. Efisiensi termal (thermal efficiency) merupakan perbandingan kalori yang disuplai oleh
    bahan bakar dengan kalori yang dapat dirubah menjadi kerja.
  12. Efisiensi termal indikator adalah perbandingan kalori yang dihasilkan oleh pencampuran
    anatara bahan bakar dan udara dan bekerja pada permukaan atas piston dengan
    kalori yang disuplai.
  13. Efisiensi termal teoritis adalah perbandingan kalori yang dapat dirubah menjadi kerja oleh
    siklus teoritis dengan kalori yang disuplai ke dalam siklus ini.
  14. Excess air ratio merupakan perbandingan kelebihan udara dari jumlah udara teori.
  15. Explosive combustion period/flame propagation period: periode terjadinya
    perambatan api pada proses pembakaran diesel engine.
  16. Horsepower (tenaga kuda) merupakan satuan tenaga yang besarnya (menurut satuan
    british) sama dengan 33.000 ft.ib/min.
  17. Ignition lag period: periode pembakaran tunda pada proses pembakaran diesel engine.
  18. Indicated horsepower merupakan suatu tenaga yang diterima oleh piston, dimana tenaga
    tersebut berasal dari tekanan gas yang dibangkitkan oleh hasil pembakaran bahan
    bakar di dalam ruang bakar engine.
  19. Isotermal merupakan proses perubahan gas pada temperatur konstan.
  20. Kebutuhan udara teori (theoritical amount of air) merupakan kebutuhan minimum
    udara (oksigen) selama proses pembakaran agar dihasilkan pembakaran sempurna.
  21. Kerja (work) merupakan perkalian antara gaya dan jarak perpindahan.
  22. Langkah buang (Exhaust stroke): salah satu langkah pada diesel engine 4 langkah,
    dimana piston bergerak dari Titik Mati Bawah (TMB) ke Titik Mati Atas (TMA) untuk
    membuang gas hasil pembakaran.
  23. Langkah ekspansi (Expansion stroke): salah satu langkah pada diesel engine 4 langkah,
    dimana piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB) karena
    gaya dorong yang dihasilkan dari proses pembakaran di dalam ruang bakar.
  24. Langkah hisap (Intake stroke): salah satu langkah pada diesel engine 4 langkah, dimana
    pada piston bergerak ke bawah dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB).
    Intake valve terbuka dan exhaust valve tertutup, udara murni masuk ke dalam silinder
    melalui intake valve.
  25. Langkah kompresi (Compression stroke): salah satu langkah pada diesel engine 4
    langkah, dimana udara yang berada di dalam silinder dimampatkan oleh piston yang
    bergerak dari Titik Mati Bawah (TMB) ke Titik Mati Atas (TMA), dimana kedua valve,
    intake dan exhaust tertutup. Selama langkah ini tekanan dan temperatur udara yang
    terdapat di dalam silinder akan naik sampai mencapai titik bakar (self ignition point)
    dari bahan bakar.
  26. Loss horsepower (friction horsepower) merupakan sebagaian horsepower yang hilang
    akibat digunakan untuk mengatasi adanya gesekan-gesekan pada komponen engine.
  27. Oil drain hole: pada bagian oil ring groove terdapat sebuah lubang oli yang berfungsi
    sebagai tempat mengalirnya oli yang disapu oleh piston.
  28. Over square engine (short stroke) merupakan istilah yang dipakai manakala sebuah
    engine memilki diameter silinder yang lebih besar daripada panjang langkah
    pistonnya.
  29. Piston head: piston head adalah salah satu bagian dari piston yang menerima tekanan
    pembakaran secara langsung.
  30. Piston pin mounting hole: merupakan lubang tempat kedudukan dari pin piston.
    Post-combustion period: periode pembakaran lanjut pada proses pembakaran diesel
    engine.
  31. Ruang bakar (Combustion chamber): ruangan vakum yang dilingkupi oleh permukaan
    bawah cylinder head, permukaan atas cylinder block dan permukaan atas silinder saat
    piston berada di Titik Mati Atas (TMA).
  32. Reciprocating motion: gerakan bolak-balik, seperti gerakan pada sebuah piston
  33. Ring land: merupakan tempat dudukan dari piston ring.
  34. Sabathe cycle: siklus pembakaran yang merupakan gabungan antara metode otto cycle
    dan diesel cycle. Proses pembakaran terjadi pada kondisi volume dan tekanan yang
    konstan. Untuk saat ini, metode pembakaran tersebut digunakan pada diesel engine
    dengan putaran tinggi (automobile, general power unit, dan kapal kecil).
  35. Skirt: merupakan bagian bawah dari piston.
  36. Square engine merupakan istilah yang dipakai manakala sebuah engine memilki diameter
    silinder yang sama dengan langkah pistonnya
  37. Tensille force: gaya regang akibat terjadinya pemuaian, seperti yang terjadi pada ring
    piston pada saat terkena panas hasil pembakaran pada ruang bakar.
  38. Timing gear : dapat diartikan sebagai gigi penghubung untuk mentransfer putaran crankshaft ke perlengkapan engine yang membutuhkan tenaga putar.
  39. Torsi merupakan perkalian antara gaya dengan jarak.
  40. Torsional vibration: puntiran atau gaya puntir yang diterima oleh crankshaft tersebut pada
    saat terjadi kejutan pembakaran.
  41. Under square engine (long stroke engine) merupakan istilah yang digunakan manakala
    sebuah engine memilki diameter silinder lebih kecil daripada panjang langkah
    pistonnya.
  42. Valve recess: merupakan bagian dari piston yang berbentuk cowakan sebesar valve yang
    terletak pada bagian atas.
Gambar Gravatar
Hai Guys sobat gogandul.com, thanks yah sudah mampir di blog ku, Saran dan Kritikannya agar Blog ini tetap eksis

2 thoughts on “Kata-Kata Tentang Mesin Atau Engine Diesel

  1. Hello there,

    My name is Aly. Would you have any interest to have your website here at gogandul.com promoted as a resource on our blog alychidesign.com ?

    We are in the currently updating our do-follow broken link resources to include current and up to date resources for our readers.

    If you may be interested please in being included as a resource on our blog, please let me know.

    Thanks,
    Aly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *