One Piece: Begini Cara Kerja Sistem Bounty!

Di tengah-tengah banyaknya elemen yang menarik yang muncul dalam seri One Piece, salah satu yang cukup unik adalah sistem nilai buruan. Nilai buruan merupakan sebuah sistem lainnya yang Pemerintah Dunia ciptakan. Hal ini sengaja mereka lakukan demi menjaga kedamaian dan juga ketertiban di seluruh dunia. Sistem nilai buruan ini pun sengaja mereka ciptakan sebagai upaya untuk bisa menangkap para penjahat yang ada.

Seperti yang kita ketahui, dunia One Piece sangatlah luas dengan berbagai pulau dan bagian daratan lain. Meskipun angkatan laut memiliki armada yang besar, namun untuk bisa menangkap semua buronan tersebut tentunya akan menjadi sebuah pekerjaan yang sangat sulit. Karena itulah, sistem nilai buruan ini tercipta untuk mempermudah Pemerintah Dunia menjalankan tugasnya.

Menjadi Potensi Ancaman Pemerintah Dunia di One Piece

Ketika seorang bajak laut sudah mendapatkan perhatian dari angkatan laut terkait apa yang mereka lakukan, maka pihak mereka akan menawarkan sejumlah uang bagi siapa pun yang bisa menangkap atau membawa para penjahat atau angkatan laut tersebut ke pihak angkatan laut. Dalam poster buruan yang pihak angkatan laut sebarkan ke seluruh dunia selalu terdapat tulisan “hidup atau mati”.

Memang yang membedakan masing-masing orang atau penjahat adalah nilainya. Tapi, biasanya, jika sang buruan berhasil diserahkan dalam keadaan hidup maka orang yang membawa buronan tersebut akan mendapatkan bayaran secara penuh. Lain halnya jika kemudian buronan tersebut mereka bawa dalam kondisi sudah tewas. Siapa pun yang membawa buronan tersebut dalam keadaan tewas hanya akan mendapatkan bayaran sekitar 30 persen dari nilai buruan.

Mengapa demikian? Hal tersebut karena para kriminal itu harus dieksekusi secara publik oleh pihak angkatan laut, bukan oleh pihak lain. Dengan menampilkan eksekusinya secara publik, maka hal itu akan meningkatkan rasa kepercayaan orang terhadap angkatan laut. Beberapa orang mengabdikan hidupnya sebagai pemburu bayaran, salah satu contohnya adalah Roronoa Zoro. Dia sempat membentuk tim pemburu borunan sebelum kemudian bergabung dengan Luffy.

Di sisi lain, nilai buruan ini pun bisa menjadi petunjuk seberapa besar ancaman dari sosok kriminal tersebut. Semakin besar nilai buruannya, maka bisa kita simpulkan bahwa sosok tersebut sangat berbahaya. Juga, nilai buruan yang tinggi adalah indikator terhadap kekuatan seorang bajak laut, juga ranking mereka dalam hal kekuatan. Misalnya apakah mereka termasuk bajak laut biasa, Shichibukai, Supernova, atau Yonko.

Bagaimana Seseorang Mendapatkan Nilai Buruan

Bagaimana kemudian menentukan apakah seseorang akan mendapatkan nilai buruan atau tidak. Untuk bisa mendapatkan nilai buruan, seseorang harus melakukan sesuatu yang jahat atau sesuatu yang besar. Semakin seseorang melakukan tindakan yang jahat atau berbahaya yang mengancam kehidupan masyarakat atau Pemerintah Dunia, maka otomatis mereka akan mendapatkan nilai buruan.

Selain itu, nilai buruan mereka juga tergantung dari kejahatan yang mereka lakukan. Misalnya, nilai buruan awaldari Eustass Kid sempat menjadi yang terbesar dari seluruh Worst Generation. Hal tersebut karena Kid melakukan tindakan mengerikan seperti membunuh orang atau menghancurkan sebuah wilayah. Hal ini berbeda dengan beberapa karakter lain, misalnya Monkey D. Luffy.

BACA JUGA: One Punch Man: Garou Mampu Kalahkan Saitama? 

Nilai buruan Luffy sangat besar karena berbagai peristiwa yang dia alami. Sering kali, Luffy mengalami peristiwa yang bersinggungan langsung dengan Pemerintah Dunia. Misalnya mengalahkan Shichibukai, menerobos fasilitas Pemerintah Dunia, menantang Pemerintah Dunia, dan bahkan bertarung menghadapi para admiral. Jadi, nilai buruan Luffy muncul bukan karena kejahatan melainkan berbagai kejadian epik.

Bagaimana Gambar Nilai Buruan Diambil

Foto dari poster nilai buruan sering kali menjadi sorotan bagi banyak orang. Meskipun sering kali foto nilai buruan tersebut terasa begitu biasa, namun tidak jarang juga ada foto nilai buruan yang unik dan menarik. Luffy sering kali ditampilkan dengan foto yang konyol di poster buruannya. Kemudian, kita pun mengetahui bagaimana foto buruan dari Sanji sempat ditampilkan sangat jelek karena lensanya tidak terbuka.

Atau dalam poster terbaru, foto buruan Sanji justru nampak konyol. Tentu Geeks bertanya-tanya bagaimana gambar dari nilai buruan tersebut diambil? Pihak angkatan laut menyewa jasa seorang tukang foto yang mana mereka akan mengambil foto dari para kriminal yang ada. Foto-foto yang mereka ambil tersebut yang kemudian akan menjadi foto resmi di poster nilai buruan.

Tukang foto tersebut, atau yang biasa disebut sebagai Attach, sering kali mampu menyelinap kemana pun atau menyamar menjadi siapa pun. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa mereka bahkan mampu mengambil gambar dari para Yonko. Mereka pun sering kali menyamar menjadi seorang tukang foto yang bekerja untuk sebuah perusahaan mode, surat kabar, dan sebagainya.

Namun, pasca time-skip pihak angkatan laut memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa Attach. Meskipun begitu, Attach sendiri kemudian melanjutkan karirnya di surat kabar World Economic Journal. Saat ini, tidak ada informasi siapa yang mengambil foto buronan untuk pihak angkatan laut.

Kelemahan Sistem Nilai Buruan di One Piece

Meskipun sistem nilai buruan menjadi sebuah sistem yang menarik dan unik, tetapi ada kelemahan yang juga muncul. Salah satu kelemahan dari sistem nilai buruan yang paling terasa adalah adanya “kesalahan” terhadap bagaimana seseorang mendapatkan nilai buruan. Karena tidak bisa diukur dengan pasti, karena semuanya berdasarkan peristiwa atau momen yang terjadi, terkadang nilai buruan yang muncul justru terlalu sedikit atau bahkan terlalu besar.

Contohnya ada sebuah karakter yang sebenarnya dari level kekuatan tidak terlalu kuat dan tidak sering juga ikut bertempur, namun nilai buruannya jauh lebih besar daripada sosok karakter yang memang lebih mampu dan lebih kuat. Misalnya adalah Usopp yang memiliki nilai buruan mencapai 200 juta Belly. Nilai tersebut tentunya terlalu besar untuk sosok Usopp yang hampir tidak pernah bertarung di hampir setiap peristiwa penting.

Angka tersebut bisa kita bandingkan dengan nilai buruan Nico Robin, yang hanya berjumlah 130 juta Belly. Padahal, Robin memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak misalnya memiliki kekuatan buah iblis, sosok yang cerdas, mampu membaca Poneglyph, bahkan Pemerintah Dunia dan banyak pihak sangat mengincar sosok Robin. Bisa kita simpulkan sendiri bagaimana sistem ini tidak berimbang dan timpang.



Source by [author_name]