One Piece: 5 Hal Terkelam Dalam Cerita One Piece

Selama lebih dari dua dekade berjalan seri One Piece karya Eiichiro Oda ini terkenal sebagai seri yang penuh keceriaan, komedi, dan inspirasi. Ceritanya sendiri berfokus pada sosok Monkey D. Luffy dan kelompok Topi Jerami di mana mereka berpetualang untuk mencari keberadaan hartakarun Roger. Serta mereka berusaha menuju Laugh Tale untuk menemukan One Piece dan menjadi raja bajak laut.

Ada banyak hal menarik dan juga konyol selama petualangan mereka sejauh ini. Mereka juga banyak bertemu dengan berbagai karakter. Namun, disadari atau tidak Oda pun ternyata menghadirkan sesuatu yang sangat mengerikan dalam ceritanya. Bahkan, mungkin hal tersebut menjadi hal terkelam dalam seri One Piece. Apa saja? Berikut beberapa diantaranya.

Tidak Ada Yang Peduli Dengan Perbudakan

Dalam dunia One Piece, seperti halnya di dunia nyata, perbudakan merupakan sesuatu yang mengerikan dan terlarang. Sayangnya, tidak ada yang peduli atau berusaha untuk menghentikan upaya perbudakan tersebut. Bahkan, kaum naga langit sendiri dengan terang-terangan mendukung hal ini dan tidak ada yang berani melarang mereka. Mereka tidak pernah peduli dengan nasib atau nyawa orang lain di bawahnya.

Bukti perbudakan begitu merajalela adalah bagaimana adanya rumah lelang khusus untuk para budak yang ada di Sabaody. Dalam ceritanya, kita melihat bagaimana berbagai jenis mulai dari orang biasa, raksasa, bahkan duyung, memiliki nilai jual. Hal ini jelas-jelas mendiskreditkan dan tidak peduli terhadap nyawa manusia.

Pembunuhan Massal

Hal mengerikan lainnya yang ada di seri One Piece adalah genosida atau pembunuhan massal. Hal ini bisa kita lihat dalam momen ketika angkatan laut menghancurkan seluruh penduduk Ohara, yang saat itu berusaha untuk mempelajari Poneglyph. Takut rahasia mereka terbongkar, Gorosei meminta angkatan laut untuk menghancurkan pulau Ohara dan tidak meninggalkan jejak.

Hal ini meperlihatkan dua hal mengerikan di serinya. Pertama, tidak ada kerajaan atau negara yang peduli dengan peristiwa tersebut. Kedua, bagaimana kemudian mereka rela menghancurkan semua orang bisa kita artikan ada rahasia besar yang menyangkut seluruh umat manusia. Selain Ohara, peristiwa Grey Terminal juga bisa menjadi contoh lainnya dari pembunuhan massal ini.

Kebencian Terhadap Ras Lain

Hal ironi lainnya yang muncul di seri ini adalah bagaimana muncul kebencian antar ras. Dalam hal ini, ada kebencian dari manusia di daratan terhadap para manusia ikan dan duyung. Menurut manusia, para manusia ikan dan duyung adalah makhluk rendah. Ada banyak peristiwa yang memperlihatkan kebencian dari kedua ras ini. Contohnya adalah bagaimana Fisher Tiger tewas karena tidak ada manusia yang mau menyumbangkan darahnya.

Manusia ikan pun kemudian menaruh dendam yang sama. Hody Jones dan Arlong adalah bukti nyata dari hal tersebut. Mereka berdua berencana berperang dengan pihak manusia. Namun, untungnya ada banyak pihak yang berusaha untuk mendamaikan kebencian ini. Contohnya adalah Jinbe, Otohime, Camie, Hatchin, dan bahkan Joy Boy. Luffy juga berusaha untuk mengakhiri kebencian yang sudah berlangsung lama ini.

Kejahatan Memiliki Nilai

Umumnya, kejahatan adalah sesuatu yang selalu berhasil untuk mereka kalahkan. Luffy dan kelompok Topi Jerami berhasil mengalahkan Crocodile dan Kaido yang jahat dan membuat para penduduk di sebuah negara harus menderita. Jauh sebelumnya, mereka benar-benar membuat banyak kejahtan besar yang sangat mengerikan. Setiap tindak kejahatan yang mereka lakukan benar-benar sangat memunculkan nilai.

Kejahatan, dalam seri One Piece, memiliki nilai yang sangat besar. Hal ini bisa kita lihat dalam nilai buruan dari para karakter. Memang, tidak semua karakter yang memiliki nilai buruan merupakan sosok yang jahat. Namun, disadari atau tidak dengan adanya nilai tersebut justru seolah menjadi kebanggaan tersendiri bagi para bajak laut tersebut. Dan bukan tidak mungkin mereka akan terus menebarkan teror seperti para karakter di atas.

Kanbalisme

Mungkin tidak pernah ada yang menduga bahwa seri One Piece akan menghadirkan unsur kanibalisme dalam ceritanya. Karena, memang Oda Sensei sendiri mampu membungkusnya dengan baik. Hal ini terjadi dalam cerita masa lalu Charlotte Linlin alias Big Mom. Sedari kecil, Linlin memang sudah memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat dan juga selera makan yang besar.

Orang tuanya meninggalkan Linlin yang membuatnya kemudian tinggal bersama Mother Caramel di sebuah panti asuhan. Dalam pesta ulang tahun yang keenam, Linlin yang bahagia justru tidak sadar sudah memakan semua orang, termasuk teman-temannya dan juga Mother Caramel. Para fans sendiri pada akhirnya menyadari bahwa apa yang Big Mom lakukan merupakan bentuk kanibalisme. Dan ini menjadi salah satu momen gelap dan kontroversial di seri One Piece.

Tidak jarang muncul momen-momen menegangkan dan mengerikan dalam seri One Piece. Meskipun momen tersebut bisa dibilang jarang terjadi, namun Oda Sensei sendiri sepertinya tidak ragu untuk menghadirkan berbagai momen mengerikan tersebut. Beberapa poin di atas adalah contoh dari hal-hal mengerikan yang terjadi di serinya.



Source by [author_name]

Tinggalkan komentar